FineCoffee

Tuesday, October 04, 2005

“Juniority” – learn first how to boil water, please.

Seorang AE mendadak terserang huru-hara menghambur ke kompartemen art director dan writer partnernya sambil membawa selembar lay out yang dia coret-coret sendiri.
“Gini ya, ini revisi minta sore ini karena klien gue mau ke luar kota”

(Pasangan art director dan writer menengok ke arahnya sebentar untuk sekedar menghargai eksistensi phisiknya, kemudian kembali asyik diskusi berhadapan).
“Yunior!” bisik mereka berdua serentak.

Lima menit kemudian mereka sudah di depan seniornya.
Entah meratapi nasib atau berencana menggampar AE tadi.
“Sejak kapan dia punya klien? Klien gue, klien gue!”
Gerutu.
Gerundel.
Mengadu.

--------

Menjelang memilih tempat duduk di ruang meeting, AE tadi dengan full of hospitality memperkenalkan teamnya kepada para klien.
“Ini Kampret art director saya, ini Curut copywriter saya, dan itu atasannya, CD saya (namanya nggak perlu disebut)”.
CD yang ikut meeting tadi akhirnya confirmed bahwa AE tadi memang minta digampar.
“Sejak kapan gue kerja buat dia?”
“Yunior!” bisik art director dan writer serempak.

Adalah Wayne Lotherington, seorang Regional Training Director yang pada suatu training session menyetujui pengharaman penyebutan, pengistilahan, pengakuan : “my client, my CD, my art director, my writer, my producer…dst”.

“Advertising is purely teamwork. No Hero”
(apalagi Carrefour).
“Garing!”
“Yunior!”

11 Comments:

  • At 3:42 AM, Blogger oca said…

    ampun om! bukan saya...
    saya mah cuma karyawan di sini.
    :P

     
  • At 8:19 PM, Blogger berandalan said…

    basaaahhh... aahhh

     
  • At 10:58 PM, Blogger rangga said…

    déjà vu...

     
  • At 10:39 AM, Blogger bucin said…

    kalo ngomongnya "my mister g" boleh tak?

     
  • At 3:43 AM, Blogger Farika said…

    Eh..eh.. Ini Copywriter yang mana ya, Boss? Ngga ngerasa.. (meskipun 100% persen setuju, siapa pun itu) :D

     
  • At 8:34 PM, Blogger Mister G said…

    Terimakasih kepada para komentator. Fenomena ini terjadi mungkin karena tidak ada kesamaan level kebanggaan profesi atau ketergantungan yang berlebihan, atau arogansi yang timbul ke permukaan.
    (kenapa harus dibahas ya?).
    Hubungan servicing dan kreatif adalah kasus klasik. (udah! udah!)

     
  • At 11:21 PM, Blogger Skid said…

    ah, salah sendiri, kenapa nge-hire junior?? :P

     
  • At 5:45 AM, Blogger Keke Rachmad said…

    Gue pernah 'digituin' juga, ama AE baru, lulusan luar negeri, banyak gaya tapi 'bau kencurnya' masih kecium banget.

    Kesian ya... Kecil-kecil udah bego, gimana gede'nya :))

    Salam kenal, Mister :)

     
  • At 10:18 PM, Anonymous Anonymous said…

    blog dan semua comment-nya sangat klasik dan cenderung rasis dari sisi creative point of view. semua berangkat dari asumsi "gw kreatif, beda-beda tipis ama TUHAN, can't be wrong"
    ah, AE tadi mungkin junior secara skill dan knowledge, tapi yang lain sebetulnya juga JUNIOR dari sisi kebesaran jiwa dan kearifan (meski saya kenal art director yang namanya Arif)
    gw diam-diam sering menyebut ini sebagai BIG HEAD SYNDROM...
    (btw, ada juga loh crerative people, be it writer, be it art director yang ngga responsible ama assignment-nya... So ngga bisa deh mengkotak-kotakkan begitu saja..)

     
  • At 10:06 PM, Anonymous Anonymous said…

    hua.....baru tau degh gwe...
    junior needs a guideance
    right ?
    no junior no senior

    dnugraha79@yahoo.com

     
  • At 12:41 AM, Blogger Mister G said…

    To anonymous.
    1. Thank to your comment
    2. Please identify yourself clearly even though I knew who you are. Otherwise I am going to delete it
    3. Your comment is out of track. It's not about any syndrome situation, in fact this is portray of arrogancy (or stupidity of creative's counter part) by saying "That's my... That's my...as if he or she is the only one who run the show.
    Teamwork happen becoz of similarity point of view amongst department.

     

Post a Comment

<< Home