FineCoffee

Monday, October 31, 2005

“Wrong choice” – don’t take espresso if you got digestive problem

Tizar – anak Bandung, pertama join grup ini adalah malem minggu.
Salah dia sendiri nimbrung brain storming di Starbucks Kemang.
Sewaktu order di counter dia bingung, sampai akhirnya : “Espresso !”
Tizar membayar dan menunggu.
Menunggu dan : “Kopi saya mana? “
Barista menunjuk cangkir kecil ekstrak kopinya.
Dia pikir yang namanya espresso sama dengan kopi-kopi yang dingin, manis dan pakai gelas plastik besar-besar.
Lhah kok ini cangkirnya kecil udah gitu pahit lagi.
Tizar naik ke atas dan menceritakan kejadian di bawah.
Semua ketawa ngakak!
Tizar tersipu ‘heuheuheu’ terus menyalakan rokoknya di luar.

Merokok.

Kenapa sih harus merokok?
Kopi masih punya benefit positif, lah rokok?
1. Biar cool?
(Cool ada di aura, bukan di rokok. Emang coolness bisa direkayasa?)
2. Biar relieve.
(Rokok menambah racun. Menimbun racun di tubuh kok relieve. Mengecoh)
3. Biar macho.
(Alamak, iklan lagi. Dosa terbesar iklan bukan karena menipu, tapi merekayasa logika orang menjadi pembenaran).
4. Ice breaker, biar ngggak ansos.
(Ini lagi. Say hello atau joke jauh lebih sehat untuk ice breaking. It's proven!)
5. Biar nggak lonely.
(Sok mellow! Emang nggak tahu kalau ada yang namanya komunitas hobi, friendster, blogspot? Please deh)
6. Habis makan boleh dong ngerokok?
(Habis makan ya minum biar nggak keselek. Heran)
7. Emang kenapa kalau gue ngerokok, hah?
(Nah ini!! itulah kenapa PSA mengenai rokok harus knocking emotion rather than talking to the eyes. Ya karena kebebalan semacam ini).
8. Duit-duit gue sendiri. Emang lu ngasih?
(Ada yang namanya bank. Kalau duit ditabung di sana pasti bisa beli mobil Mini Cooper, cobain deh. Kriuk!)
9. Pokoknya gue ngerokok. Titikl!
(………………..)
10. Kok diem? Ngerokok itu pilihan gue tau?!
(Wrong choice. Sigh!)

------------------

o/o : Tizar ! Sini Zar !
x/x : Kenapa gitu?
o/o : Main airsoft gun yuk, tak tembak endasmu
x/x : Saya nggak bisa mati euy..
o/o : Kalau gitu ngerokoklah lagi. Yah?
x/x : Tapi saya pengin main tembak-tembakan
o/o : Udah malem

(SFX : #@//++xx&**^@>><<##@#@...!!!!)

10 Comments:

  • At 10:24 PM, Blogger glenn_marsalim said…

    kalau semua mesti ada alasannya, maka gak akan ada namanya cinta tulus...

     
  • At 10:46 PM, Blogger Mister G said…

    emang ada ya?

     
  • At 2:46 AM, Blogger oca said…

    aku ngerokok karena aku menikmati setiap tarikan dan hembusan dari sebuah rokok walaupun di cover packnya ada visual paru-paru rusak ato sejenisnya.
    i smoke for myself.

     
  • At 3:05 AM, Blogger glenn_marsalim said…

    bitter coffee

     
  • At 9:20 PM, Blogger bucin said…

    saya mengorbankan paru2 supaya seorang laki2 tua di kudus sana bisa menghidupi keluarganya. :p

     
  • At 6:27 PM, Blogger Mister G said…

    What a pity world..

     
  • At 8:08 PM, Blogger glenn_marsalim said…

    your world?

     
  • At 11:33 PM, Blogger Mister G said…

    Hey. My world is colorfully pity...

     
  • At 11:23 PM, Blogger glenn_marsalim said…

    self pity?
    SMOKE!

     
  • At 1:01 AM, Blogger si pemulung kata-kata said…

    "i smoke for myself." ==> konsekuensinya jika mo ngerokok harus di tengah lautan, alias ga ada sesosok makhluk pun yg menghisap racun yg dikeluarkan dari mulut anda...
    "saya mengorbankan paru2 supaya seorang laki2 tua di kudus sana bisa menghidupi keluarganya. :p"
    ==> anda bukan saja mengorbankan paru2 anda tuan, tapi juga paru2 putra-putri anda, istri anda, orangtua anda, dan orang2 dekat anda yg lain, yg semuanya akhirnya jadi ikut terkontaminasi nikotin.
    memang, kematian bukan hanya karena disebabkan oleh merokok, tapi membuat kematian seorang perokok pasti jadi lebih menderita dibanding yg bukan perokok, percayalah... :)

     

Post a Comment

<< Home