FineCoffee

Friday, November 25, 2005

“Decorative function” – pin it on the wall behind the coffee machine


Menariknya bekerja di advertising agency antara lain adalah eksplorasinya.
Bayangin, kita bebas dan sah mempersonifikasikan obyek-obyek mati menjadi barang hidup yang bisa bergerak, makan, minum, tertawa atau kesakitan.
Bebas memindahkan angle dan memfungsikan sesuatu untuk menjadi sesuatu yang lain.
Terserah mau kontekstual atau bebas sama sekali.
Mau menjadikannya berarti atau sekedar dekorasi, sah-sah aja.
“Yang penting komunikatip” mengutip pendapat Tizar yang Sunda pisan itu.

Pesawat telpon kalau dipersonifikan bukan lagi sekedar telpon, tetapi bisa dirasakan saat dia harus mendengar semua pembicaraan.
Printer kalau diorangkan bukan lagi kotak dengan tray yang menyodorkan kertas lembar demi lembar, tetapi sebagai kumpulan penterjemah, penulis, pewarna, pemasak yang men-deliver sebuah hasil kerja yang berwarna warni.
Mannequin bukan sekedar alat pajang, tetapi bayangkan saat dia diraba beribu kali oleh orang-orang yang tidak semuanya dia suka.
Poster bukan sekedar latar belakang sebuah ruang yang membuat penghuninya ‘feels good’, tapi mungkin poster akan memilih menjadi digital file untuk merger atau diretouch menjadi gambar lain sehingga lebih impactful.

Think-of :
Hand phone
Sunglasses
Mobil
DVD player
PowerBook G4
Wig
Tas Hermes
Levi’s 501
Jam tangan

Kalau dipersonifikasikan keinginan mereka seperti apa ya?
Nilai apa yang pengin mereka tambahkan ke pemakainya?
Atau itu terlalu predictable?
Mungkin. Karena titik singgung antara kepentingan dekoratif dan fungsional lebih cepat ketemunya

Tapi kalau dibalik, saat mereka tidak kita butuhkan kira-kira personifikasinya seperti apa ya?
Bukankah kita memakai mereka hanya kalau kita butuh?
Bisa jadi menarik sebagai eksplorasi.

1 Comments:

  • At 9:14 AM, Blogger bucin said…

    givin a lesson in such a humble way. thx G, ur da mister.

     

Post a Comment

<< Home