FineCoffee

Tuesday, February 21, 2006

“Friday Nite prediction” – a camera’s point of view

Sewaktu saya tanyakan ke seorang teman :”Kenapa sih bikin acara selalu Jumat malam?”
Jawabnya adalah : “Lah, kan besoknya libur, nggak harus kerja”.
Make sense.
Understandable.
Human.
Tapi bukankah everybody does the same?
Katanya kita di bisnis yang harus keluar dari clutter?
Kenapa nggak Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan kenapa harus diakumulasikan di hari Jumat?
Apakah kita tidak bisa membuat Senin, Selasa, Rabu, Kamis menjadi hari yang menyenangkan? That’s the challenge bukan?

Coba deh lihat…
Jumat mulai jam 5:30, perempuan-perempuan sudah mulai ngilang satu persatu. Kalau toh masih ada udah blingsatan nggak karuan.
Di luar mulai macet (nggak bosen ya ditimpa macet tiap hari – coba dibikin merata di Senin, Selasa, Rabu dan Kamis).
Jam 7:00 malam kalau kita lewat di jalan, mata kita seperti kamera dengan track yang super panjang.
Di sana ada si Frengki lagi dinner sama (sapa Freng?)
Geser dikit kita lihat si Franky (pakai ‘y’) lagi digelendotin (sapa lagi Frank?)
Ke Selatan lagi terlihat si Frankee (pakai ‘ee’) beralasan dinner sama klien wanitanya (hallah!)
Shifting focus, di belakangnya yang semula blur tampak si kembar Prengki and Prenky ngedate sama (kok nggak bilang2 sih Preng?)
Tilted up dikit view kita, terlihat Prengkey lagi nyodok bola 8 sama (pantat sapa tuh Preeeng…?) superlow cut jeans.

Reverse jenis kelamin. Sama aja.
Miss Marunda (konon eks finalist None Jakarte) mojok sama TTM nya (mendingan TTML).
Di ujung jalan Missy Marunda (beda ‘y’) masih berkostum ‘professional urban sensation’ cekikikan dengan kelompok metrosexualists (mudah-mudahan sambil menambah wawasan – inget anekdot Pangeran Diponegoro di pemilihan None Jakarte?)

-------------
Kontestan None Jakarte (namanya Miss Marunda) ditanya juri (namanya Mas Yudi – juri tauk!) : ‘Siapa tokoh idola Anda?’
Miss Marunda merasa wajib menjawab sebagai nasionalis : ‘Saya mengidolakan Pangeran Diponegoro yang ganteng dan gagah itu’
Mas Yudi (juri ah!) : ‘Lho bukankah beliau sudah meninggal?’
Miss Marunda : ‘Hah? Masa’ sih maaas…? Kapaan…? (dengan logat menye-menye, mengingatkan kartun favorit Benny and Mice di kompas minggu)
Mas Yudi (please deh, juri!) : ‘Anda nggak tahu? 1830’
Miss Marunda : ‘Habis magrib dooong?’
(What can you say?)
--------------

Malem dikit kedengeran bunyi tek-jing tekjing, jedag-jedug para Frengki mengosek ubin dan manggut-manggut di kelab malam – istilah pak Ali Sadikin (lucu ya, padahal beatnya monoton… Hidup rock and roll!).
Dalam satu lintasan semua tertangkap retina mata seperti camera tracking.

Linear, tanpa dimensi dan depth of field. Teruus berulang lagi setiap jumat malam. Di mana asyiknya ya?
Holiday?
Holiday is a mind set.
I guess.

7 Comments:

  • At 1:29 AM, Blogger Diki Satya said…

    Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat berpikir untuk libur.
    Sabtu dan Minggu, masih bekerja.

    Lha piye toh?..

     
  • At 10:55 PM, Blogger oca said…

    mungkin udah dikondisikan begitu...
    agree with u, it's only a mind set.

     
  • At 2:08 AM, Blogger zen said…

    setiap jumat malem berarti ngabisin uang makan. eh salah...
    kuwi pas nang dentsu:D

    mas g blogmu tak link ya...

     
  • At 10:53 PM, Blogger Mister G said…

    sak karepmu Zen

     
  • At 3:53 AM, Anonymous Anonymous said…

    rada telat kasih comene mas, tapi lucu tenan kie blog... ^--^

     
  • At 3:56 AM, Anonymous Anonymous said…

    maklum baru tau pas iseng-iseng browsing d blog mba alia McCan yang lg aku tau minta dukungan buat blogawards lewat milis copymakers

    salam,
    wie

     
  • At 8:35 PM, Blogger mister::G said…

    Blogawards? Hemmmm...blog ini yang pertama harus dicoret.

     

Post a Comment

<< Home